Opening

Udang adalah salah satu jenis seafood paling populer di Indonesia, mudah ditemukan, cepat diolah, dan punya rasa gurih alami yang bikin banyak masakan jadi istimewa.
Ada banyak jenis udang yang beredar di pasaran Indonesia, dan masing-masing punya karakter rasa, ukuran, habitat, serta kegunaan yang berbeda-beda.
Mulai dari udang laut hingga udang tambak, dari yang kecil untuk tumisan sampai yang besar untuk grill restoran, semuanya punya keunggulan tersendiri.
Artikel ini membahas tentang spesies udang yang umum dijual di Indonesia, supaya anda bisa memilih yang paling cocok untuk kebutuhan bisnis kuliner Anda.
1. Udang Vannamei

Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) adalah jenis udang tambak yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia saat ini.
Asalnya dari Amerika Tengah, tapi kini jadi primadona di berbagai negara termasuk Indonesia berkat daya tahan dan kualitasnya yang stabil.
Ciri khasnya:
- Warna tubuh putih keabu-abuan dengan ukuran sedang.
- Teksturnya kenyal, rasanya manis, dan aromanya ringan (tidak amis).
- Cocok untuk berbagai olahan: goreng tepung, tumis, saus padang, hingga frozen food industri.
Keunggulan:
- Dibudidayakan dengan sistem air bersih & pakan terkontrol.
- Aman dari kontaminasi limbah laut.
- Panen bisa dilakukan sepanjang tahun, sehingga pasokan stabil.
Udang Vannamei juga sering diekspor karena rasanya konsisten dan mudah diolah di dapur modern, dari restoran, katering sampai hotel. Selain itu quantitynya banyak karena hasil budidaya, berbeda dengan udang laut yang quantitynya terbatas.
2. Udang Windu

Udang Windu (Penaeus monodon) adalah spesies asli Indonesia dan dulu menjadi komoditas ekspor utama sebelum Vannamei naik daun.
Ciri khasnya:
- Dagingnya tebal dan padat, dengan rasa gurih yang kuat.
- Cocok untuk menu premium seperti grill, udang bakar madu, atau hidangan buffet hotel.
Keunggulan:
- Kandungan protein tinggi dan tekstur yang mewah.
- Masih jadi pilihan utama bagi chef yang ingin tampilan plating yang “wah.”
Walau budidayanya kini lebih terbatas karena sensitif terhadap lingkungan, udang Windu tetap punya pasar kuat di segmen hotel, restoran, dan ekspor premium.
3. Udang Jerbung

Udang Jerbung (Penaeus merguiensis) adalah udang laut yang banyak ditemukan di perairan tropis Indonesia, terutama di laut Jawa dan Kalimantan.
Ciri khasnya:
- Ukurannya sedang, kulitnya berwarna putih kekuningan.
- Tekstur dagingnya lembut dan rasanya manis alami.
- Cocok untuk menu sehari-hari seperti udang goreng, bakmi seafood, atau capcay udang.
Keunggulan:
- Banyak dijual segar di pasar tradisional dan modern.
- Harga lebih ekonomis dibanding Windu atau Vannamei.
- Rasa manisnya kuat tanpa perlu banyak bumbu.
Udang Jerbung adalah tipe all-rounder: bisa jadi bintang di masakan rumahan, tapi tetap layak tampil di piring restoran.
4. Udang Kipas

Udang Kipas (Thenus orientalis) punya bentuk unik menyerupai kipas dengan cangkang lebar dan ekor pendek.
Meski tidak sepopuler Vannamei, udang ini sering dicari oleh penggemar seafood eksklusif karena tekstur dagingnya yang halus dan rasa manisnya yang khas.
Ciri khasnya:
- Bentuk pipih dan warna cokelat kehijauan.
- Dagingnya putih, lembut, dan sedikit lebih manis dibanding udang biasa.
- Sering disajikan di restoran fine dining atau menu premium hotel.
Keunggulan:
- Kandungan protein tinggi dan rendah lemak.
Rasanya mirip lobster kecil, tapi harganya lebih terjangkau.
5. Udang Dogol

Udang Dogol (Metapenaeus monoceros) biasanya hidup di perairan pantai dan sering ditangkap nelayan tradisional.
Ciri khasnya:
- Ukurannya kecil hingga sedang, berwarna kecokelatan.
- Dagingnya manis, cocok untuk bakwan udang, sambal udang, atau campuran nasi goreng seafood.
Keunggulan:
- Banyak tersedia di pasar lokal dengan harga bersahabat.
Ideal untuk olahan rumahan atau masakan katering yang butuh cita rasa laut tanpa biaya tinggi.
6. Udang Galah

Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) hidup di sungai dan tambak air tawar. Ukurannya besar dan memiliki capit panjang khas yang mudah dikenali.
Ciri khasnya:
- Warna kebiruan dengan capit panjang.
- Teksturnya lembut tapi lebih berserat dibanding udang laut.
- Rasa manisnya kuat, cocok untuk menu bakar, sate udang, atau gulai.
Keunggulan:
- Sumber protein tinggi dan kaya mineral.
- Mudah dibudidayakan di air tawar, sehingga pasokannya makin banyak.
Udang Galah jadi favorit di restoran khas daerah dan menu tradisional Nusantara karena rasanya yang gurih “berisi.”
Kesimpulan
Dari udang tambak modern seperti Vannamei, hingga udang laut premium seperti Windu dan Kipas, Indonesia punya kekayaan spesies udang yang beragam.
Masing-masing punya karakter rasa dan tekstur unik, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dapur baik untuk menu rumahan, katering, restoran, maupun hotel.
Dapatkan Udang Segar dan Berkualitas di SUPINDO
Semua jenis udang di atas bisa Anda temukan di SUPINDO, supplier seafood terpercaya dengan pengalaman lebih dari 40 tahun.
Pesan melalui whatsapp di sini