Opening

Udang jadi salah satu bahan makanan laut favorit orang Indonesia. Rasanya gurih, teksturnya lembut, dan bisa diolah ke banyak menu.
Belakangan ini publik dihebohkan dengan kabar soal udang Indonesia yang disebut mengandung radiasi.
Banyak yang langsung khawatir dan takut membeli udang, padahal tidak semua informasi yang beredar itu benar.
Faktanya, kasus tersebut hanya terjadi pada produk ekspor dari satu produsen tertentu, bukan semua udang Indonesia.
Mitos dan Fakta Tentang Produk Udang di Indonesia
Mitos 1: Semua udang Indonesia berbahaya untuk dikonsumsi
Fakta:
Nggak benar. Kasus yang sempat ramai itu hanya melibatkan satu produsen tertentu dan produk udang beku untuk ekspor ke Amerika Serikat.
FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) memang pernah menemukan jejak isotop radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada sampel kecil udang beku salah satu merk yang diimpor dari Indonesia.
Tapi penting digarisbawahi:
- Kasus itu bersifat terbatas dan tidak berlaku untuk semua produk udang Indonesia.
- Udang lokal yang beredar di Indonesia tetap aman dikonsumsi.
Pemerintah melalui BAPETEN dan Kementerian Kelautan & Perikanan sudah melakukan pemeriksaan, dan hasilnya tidak ditemukan paparan Cs-137 pada udang yang dijual di pasar domestik.
Jadi, isu “semua udang Indonesia kena radiasi” adalah mitos yang keliru.
Mitos 2:
Makan udang Indonesia terus-menerus bisa bikin sakit karena terkontaminasi limbah atau radiasi.
Fakta:
Isu ini sering disalahartikan.
Udang Indonesia tidak otomatis terkontaminasi limbah industri atau zat berbahaya.
Sebagian besar udang dibudidayakan di tambak dengan sistem air bersih dan pengawasan ketat, bukan di wilayah tercemar.
Sementara soal radiasi, yang sempat ramai itu bukan karena limbah, tapi karena hasil uji di luar negeri yang menemukan jejak isotop radioaktif (Cs-137) pada satu merek udang beku ekspor, bukan pada semua produk Indonesia.
Belum ada bukti bahwa konsumsi udang lokal bisa langsung menimbulkan dampak kesehatan parah. Selama udang berasal dari sumber terpercaya dan diolah dengan benar, udang tetap aman dan bahkan kaya nutrisi seperti protein, selenium, dan vitamin B12 yang baik untuk tubuh.
✅ Fakta 1: Udang mengandung banyak gizi penting
Udang adalah salah satu sumber protein hewani terbaik. Dalam 100 gram udang terdapat sekitar 21 gram protein, kalsium, fosfor, vitamin B12, dan selenium, nutrisi yang penting untuk kekuatan tulang, otot, dan sistem imun.
Kadar lemak jenuh udang juga tergolong rendah, jadi aman dikonsumsi dalam jumlah wajar.
Selain itu, selenium pada udang berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
✅ Fakta 2: Indonesia punya tiga sumber utama, udang laut, udang sungai dan udang tambak
Udang laut

- Udang laut Contohnya seperti udang Jerbung dan Windu.
Jenis udang ini hidup di laut alami dengan kadar garam tinggi, sehingga memiliki rasa lebih gurih dan tekstur daging yang padat.
Cocok untuk olahan seperti grill, seafood platter, atau masakan khas restoran.
Kelebihan udang laut:
- Ukurannya bisa lebih besar dibanding udang tambak.
- Jenis dan warnanya lebih beragam, cocok untuk masakan dengan tampilan spesifik.
- Ketahanan kualitasnya lebih baik bila disimpan dengan rantai dingin (cold chain) yang benar.
Kekurangannya:
- Jumlahnya terbatas karena tergantung musim dan cuaca laut.
- Risiko kontaminasi limbah laut atau logam berat lebih tinggi jika tidak berasal dari wilayah penangkapan yang bersih.
Udang Sungai (Air Tawar)

Jenis ini meliputi udang Galah dan udang air tawar lokal lainnya.
Dagingnya cenderung lembut dengan rasa manis alami, cocok untuk masakan Nusantara seperti gulai, pepes, atau sate udang.
Udang sungai juga sering dibudidayakan dalam skala kecil oleh petani lokal karena mudah beradaptasi dan punya nilai jual cukup tinggi.
Udang Tambak
Contohnya udang Vannamei dan Black Tiger.
Udang tambak dibudidayakan di lingkungan yang terkontrol dan diawasi kualitas airnya, sehingga hasilnya lebih stabil dan aman dikonsumsi.
Keunggulan udang tambak:
- Pasokan lebih banyak dan stabil sepanjang tahun.
- Rasa dan warna lebih konsisten karena pakan serta lingkungannya terkontrol.
- Aman dari limbah laut dan logam berat karena sistem airnya tertutup dan bersih.
Kelemahannya:
- Ukurannya umumnya lebih kecil dibanding udang laut.
- Daya tahan hidup dan teksturnya sedikit lebih lembut, sehingga butuh penanganan dingin yang tepat untuk menjaga kualitas.
Kesimpulan
Kasus udang yang “kena radiasi” tidak berarti semua udang Indonesia berbahaya.
Faktanya, hanya satu produsen ekspor yang terlibat, dan pemerintah telah mengambil langkah cepat untuk memastikan keamanan pangan nasional.
Udang Indonesia, baik dari laut maupun tambak tetap menjadi sumber protein bergizi tinggi yang aman dan lezat.
Yang penting, pilih udang dari supplier terpercaya dan olah dengan cara yang benar untuk menjaga kualitasnya.
Dapatkan Udang Segar dan Aman di SUPINDO
Kalau Anda ingin produk udang yang aman, segar, dan berkualitas tinggi,
SUPINDO menyediakan berbagai jenis udang laut dan tambak seperti Vannamei, Black Tiger, dan Jerbung yang diproses dengan Cold Chain industrial standard untuk menjaga kesegaran dan kualitas gizi. Pesan melalui whatsapp di sini

