Cara mengolah ikan

Opening

Cara mengolah ikan

Ikan selalu jadi pilihan favorit dengan rasanya yang gurih, mudah diolah, dan kaya manfaat.
Tapi sayangnya, masih banyak orang yang belum tahu kalau cara memasak yang salah bisa bikin ikan kehilangan nutrisinya.
Belum lagi berbagai mitos yang beredar: “ikan harus digoreng biar enak”, “ikan beku itu nggak sehat”, atau “ikan laut selalu lebih bergizi dari ikan tawar.”

Padahal, kalau tahu caranya, ikan bisa diolah jadi hidangan sehat, lezat, dan tetap bergizi tanpa harus kehilangan cita rasa aslinya.

 

Langkah Mengolah Ikan yang Benar

1. Pilih Ikan Segar

Cara mengolah ikan

Pastikan mata ikan masih jernih, insangnya merah segar, dan aromanya seperti laut bukan amis menyengat.
Kalau ikan beku, periksa kemasan dan pastikan tidak ada lapisan es tebal atau bau menyengat yang menandakan sudah tidak segar.

2. Bersihkan dengan Benar

Cara mengolah ikan

Cuci ikan di bawah air mengalir, jangan direndam terlalu lama.
Tambahkan sedikit jeruk nipis, daun jeruk, atau jahe untuk membantu mengurangi bau amis tanpa mengubah rasa.

 

Mitos & Fakta Tentang Pengolahan Ikan

Mitos 1: Ikan harus digoreng banyak minyak biar enak.

Cara mengolah ikan

Fakta:
Banyak orang percaya ikan baru gurih kalau digoreng dalam minyak banyak hingga kering.
Padahal, suhu tinggi dan minyak berlebih justru bisa merusak lemak sehat omega-3 dan bikin daging jadi keras.
 Coba cara lain seperti panggang, kukus, atau tumis ringan.
 Rasanya tetap gurih, teksturnya lembut, dan gizinya tetap aman.

Mitos 2: Ikan beku itu nggak segar dan gizinya sudah hilang.

Cara mengolah ikan

Fakta:
Ikan beku yang dibekukan dengan teknologi cold chain cepat justru bisa menjaga kesegaran lebih lama.
Kuncinya, jangan sering dikeluarkan dari freezer lalu dibekukan lagi.
Kalau disimpan dengan benar, ikan beku tetap bergizi dan sama nikmatnya dengan ikan segar.

Mitos 3: Ikan laut pasti lebih bergizi daripada ikan tawar.

Cara mengolah ikan

Fakta:
Keduanya punya keunggulan masing-masing.
Ikan laut lebih kaya omega-3 dan yodium, sementara ikan tawar unggul di protein dan kalsium.
Yang terpenting bukan jenis airnya, tapi seberapa segar dan bagaimana cara memasaknya.

Mitos 4: Bau amis berarti ikan sudah rusak.

Cara mengolah ikan

Fakta:
Bau amis ringan itu alami karena kandungan asam lemak pada ikan.
Ikan baru dikatakan rusak kalau baunya tajam, mata kusam, insangnya pucat dan dagingnya lembek seperti bubur ini tanda protein sudah rusak dan tidak aman dikonsumsi.
Daging ikan lembek = bukan sekadar turun grade, tapi sudah masuk kategori rusak.
Biasanya akibat thawing yang salah atau penyimpanan suhu tidak stabil.

Mitos 5: Ikan harus dimasak lama supaya aman.

Cara mengolah ikan

Fakta:
Ikan yang terlalu lama dimasak justru kehilangan rasa dan gizi.
Cukup masak hingga dagingnya berubah warna menjadi putih buram dan mudah terlepas dari tulang,  itu tandanya ikan sudah matang sempurna.

Kesimpulan

Mengolah ikan itu tidak sulit.
Yang penting tahu langkah dasarnya dan tidak percaya begitu saja pada mitos.
Dengan cara masak yang tepat, anda bisa menikmati ikan yang lezat, sehat, dan penuh gizi, baik untuk keluarga maupun untuk bisnis kuliner.

Dapatkan Ikan Berkualitas di SUPINDO

Untuk anda yang mencari ikan segar maupun beku dengan mutu terjamin,
SUPINDO menyediakan berbagai pilihan ikan dan seafood.
Semua diproses dengan Cold Chain industrial standard, agar rasa, tekstur, dan nutrisinya tetap. Pesan melalui whatsapp di sini